Halo, saya AL-Bayani
Lihat profil


Agustus 2009

SMTWTFS
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Tag

Syndicate content

Tambahkan ke My Dada

Tambahkan ke My Dada

Share your contents

De.licio.us
Kategori Politik

images

23 ago 2009


Cerpen Politik                                                                                      

 

CELOTEH RAKYAT JELATA

 

 

Politik identik dengan kebohongan, taktik, strategi dan setrusnya. Banyak orang bosan dengan dunia ini, begitu pula sebaliknya, banyak orak yang menikmatinya, tak jarang juga menjadikannya sebagai profesi atau sebagai mata pencaharian contohnya; honsu, ifeng, uncup dan lain-lain, seorang rakyat jelata yang telah akrab dengan kehidupan politik.

Pada bulan juli 2009 saat yang di tunggu oleh honsu cs, momen ini adalah momen yang selalu di nantinya setiap lima tahun sekali di  daerahnya mengadakan pemilihan kepala daerah (bupati), honsu pun membentuk sebuah tim sukses yang di namakan Tim Independen, tim ini di namakan tim indpenden karena bukan di bentuk oleh calon(cabub) tetapi tim ini di bentuk atas inisiatif honsu dan kawan-kawan. Beberapa minggu jelang pilbub berlangsung struktur kepengurusan tim indpendenpun telah di setujui oleh salah satu pasangan cabub/cawabu; yang menjadi ketua adalah uncup, sedangkan honsu  adalah kordinator lapangan. Pada suatu malam tim yang terdiri dari semua kalangan masyarakat inipun merencanakan akan mengadakan sebuah pertemuan tertutup layaknya sidang DPR yang membutuhkan persiapan yang yang mantap. Honsupun mencari akal dengan cara mendatangi simpatisan-simpatisan yang lumayan berduit sebagai penyandang dana untuk acara tersebut, beberapa haripun honsu melaporkan pada ketua bahwa dana telah siap. Honsu bergegas menuju sepeda motornya kemudian menuju rumah pak ketua, sesampainya di rumah pak ketua, tanpa banyak bicara, ia langsung melaporkan apa yang pernah di lakukannya.

“Pak cup, saya telah keliling ke beberapa orang untuk minta dukungan sekaligus dukungan dana” honsu melaporkan hasil kerjanya beberapa hari yang lalu kepada ketuanya.

“Ok terimakasih atas kerjasamanya, semoga dalam waktu dekat kita bisa menyelenggarakan pertemuan dengan anggota tim sekaligus pembagian tugas” jawab pak uncup.  Tak Banyak yang di bicarakan, setelah laporan singkat honsupun pamitan dari rumah pak uncup.

Haripun berganti, detik berganti menit dan seterusnya, honsupun menyebar surat undangan hampir di setiap desa dan dusun pada 3 kecamatan sebagai perwakilan untuk pemantapan tim yang telah di bentuknya, tepatnya malam kamis jam 19;00 pertemuan berlangsung, di  rumah pak uncup yang sebagai ketuanya, di dalam ruangan tampak telah berkumpul beberapa orang dari setiap lapisan masyarakat diantaranya; H. Senun sebagai tokoh agamanya, rozi sebagai tokoh pemudanya dan citra sebagai tokoh perempuanya dan masih banyak lagi yang lainnya. Sekalipun pertemuan berjalan cukup alot, namun di akhir pertemuan telah di simpulkan tim inti yang berjumlah 6 orang yang akan bekerja keras untuk memenangkan sang calon.

Keesokan harinya ke enam tim intipun menghadap ke salah satu calon yang di usungnya. Di kediaman sang calon telah berkerumun masa simpatisan, ada yang duduk di teras, adapula yang di halaman bahkan ada yang berdiri di depan gerbang.

“Assalamualaikum” hampir bersamaan ke enam tim independen memberi salam ketika mmemasuki halaman rumah sang calon.

“Wa’alikummussalam, mari, silakkan duduk...” jawab sang calon yang kebetulan sedang di wawancarai oleh beberapa wartawan tentang visi misinya jika kelak terpilih menjadi bupati. Uncup, H. Senun, Rozi, One, Heni dan Honsupun di persilahka duduk.

 Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sang cabub menemui uncup dan anggotanya.

“Maaf, bapak-bapak dan ibu darimana?” tanya sang cabub dengan sopan dan penuh wibawa.

“Kita ini  dari 3 kecamatan pak” jawab pak ucup sebagai ketua memulai pembicaraan “dan kami menyatakan diri mendukung bapak sebagai pemimpin kami di kabupaten ini” Lanjut uncup mewakili anggotanya. Tampak wajah sang cabub berseri mendengarkan penyampaian ketua dari simpatisannya ini.

“Alhamdullillah, jika demikian dan terimakasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang telah menyatakan diri untuk mendukung kami.” denga cir khas bahasa halusnya, sang cabub menyambut baik maksud kedatangan uncup dan kawan-kawan. Cabub juga menyampaikan secara singkat visi misinya kepada tim independen dan sekaligus memberikan gambaran keadaan daerah yang akan di pimpinnya saat ini, yang menyankut pertumbuhan ekonominya sangat lambat, aparatur pemerintahannya yang semberawut dan pemanfaatan Sumber Daya Manusia lokalnya yang tidak di manfaatkan dengan maksimal dan sebagainya. Uncup cs pun terkadang manggut-manggut dan sesekali berdecak heran dengan perlakuan pemerintah daerah sebelumnya.

Setelah hampir 1 jam lamanya berdialog, uncup menyodorkan lembaran struktur kepengurusan tim yang di pimpinnya.

“Bagus!” salut sang cabub. “Bila perlu besok pagi sudah mulai bergerak dan mengajak keluarga, teman, sahabat sebanyak-bayanknya untuk kita bersatu membangun daerah kita” dengan sangat bersemangat cabup memberikan suport pada uncup cs.

Setelah mendengarkan respon positif dari cabub, tanpa banyak basa-basi lagi uncup cs pun berpamitan, bersalaman kemudian di bekali dengan stiker poto pasangan cabub dan cawabub yang bersangkutan. Di perjalanan ke enam tim sukses yang menamakan dirinya tim indpenden ini hanya diam, hanyut oleh fikiran masing-masing, H. Senun tampak asyik mengelus ujung surbannya yang terurai di pundaknya, sementara rozi asik dengan batang nikotin yang  terselip di sela-sela jarinya, sesekali di hisapnya kemudian hembusan asappun mengepul di dalam mobil yang di kontrak oleh timnya. Setibanya di rumah ketua mobil rencaranpun di  parkir, ada yang langsung pulang, dan ada yang beralasan mau ke rumah teman, dengan menggunakan sepeda motor masing-masing, sementara di rumah uncup yang tinggal hanya, rozi, H.senun dan honsu, mereka duduk santai di teras rumah uncup sambil menikmati hidangan kopi yang di suguhkan oleh anak gadisnya uncup yang masih berumur belasan tahun. Di tengah kesunyian tiba-tiba, rozi nyeletuk

“Besok kalau dia jadi bupati, kita jadi apa...?” pertanyaan yang sangat polos terlontar dari mulut  rozi, namun pertanyaan itu entah di tujukan pada siapa. Serentak uncup, H.senun dan honsu tertawa.

“Ha...ha...Kamu jadi tukang sapu di rumah dinasnya...” hampir bersamaan ketiganya menjawab pertanyaan rozi, namun jawabannya sedikit mengejek.

“Kamu maunya jadi apa?” uncup kembali bertanya pada rozi, sejenak ke empatnya terdiam.

“Kan setidaknya dalam kita melakukan sesuatu, mesti ada imbal baliknya, karena yang saya tahu di dunia politik ini siapapun yang kita dukung, setelah dia naik kemudian lupa akan jasa-sasa para pendukungnya, apalagi mau memikirkan rakyat yang ribuan banyaknya, ya kalu saya salah, saya mohon maaf...” rozi dengan seriusnya menanggapi guyonan teman-temannya.

“Rozi... Begini, dalam setiap pekerjaan itu pasti kita mengharap imbalannya, begitupun di dunia politik ini, namun di antara sekian banyaknya pendukung cabub ini orientasi kita berbeda-beda; ada yang mengharapkan jabatan, ada yang mengarapkan materi semata dan ada pula yang memang benar-benar militan menjadi pendukung yang berani mati demi keinginan untuk perubahan sebagaimana yang di paparkan cabub tadi.” Kembali uncup berusaha menjernihkan fikiran rozi. “Yang penting sekarang begini; kita berbuat dulu, setelah itu baru kita rencanakan kedepan” lanjut uncup lagi. Rozi hanya manggut setengah menerima apa yang di sampaikan uncup, ia berfikir; bahwa dia telah menjajaki dunia kehidupan yang sangat keras untuk kali ini, kehidupan yang identik dengan kebohongan dimana sepengetahuannya di kalangan ini banyak di temukan teman makan teman atau yang sering di sebut jeruk minum jeruk, tak peduli etika, tata krama demi sebuah tujuan.

“Ribet!,” bisik rozi dalam hati, tak lama kembali ia terdiam.

“Bagimana, apakah rozi siap melanjutkan perjuangan ini? ini demi masa depanmu juga rozi....” seolah ucapan uncup itu memberikan sedikit titik terang pada diri rozi, dimana telah 4 tahun lamanya dia mengabdikan diri sebagai tenaga honor murni di daerahnya, namun nasib belum berfihak padanya, nasibnya selalu di serabet oleh orang-orang yang kata-katanya di ibaratkan sabda.

“Yakhh... saya coba pak, lagipula saya telah terlanjur melangkah” hanya itu kalimat terakhir rozi kemudian pamitan pulang di iringi 2 temannya yang lain.

Keesokan  harinya tim yang di bentuk uncuppun berjalan dan mulai bergerak, mengadakan pertemuan, silaturrahmi, makan bersama atau apalah namanya namun pada intinya adalah kampanye atau mempromosikan sang calon atau jagoan yang akan mengikuti pilbub. Segala suka duka tak terasa, entah berdebat dengan sesama tim 1 jagoan maupun berdebat dengan tim ripal politik telah di lalui, kini hari H telah tiba. Semua tim tegang dari malam sebelumnya, terlebih lagi dari ke 6 pasangan  cabub. Semua PPS, KPPS dan warga sibuk untuk hari itu, yeyel-yel dari masing-masing jagon terdengar hampir di setiap TPS. Tak kalah serunya juga warga yang tidak kebagian kartu undangan untuk memilih, menuntut pada panitia bahkan sampi adu mulutpun tak dapat di hindari.

Pada sore hari semua hiruk pikuk pemilihanpun berakhir, namun pada akhirnya akan di adakan pemilihan putaran ke dua karena semua pasangan cabub tidak ada yang memenuhi target suara yang di tentukan, hanya dua pasanga yang akan berhak mengikuti pemilihan ulang, salah satunya yaitu pasangan yang di usung uncup cs.   Kini tim yang di pimpin uncup kembali resah mengenai dana dan strategi yang akan di gunakan dalam pemilihan putaran ke 2. rozi pun tak kalah bingungnya kaena telah sekian minggu ia meninggalkan tugas pokoknya yang seharusnya hari ini adalah akhir dari keresahannya, namun apadaya Tuhan berkata lain.

 

Bersambung ke.... “CELOTEH RAKYAT JELATA I“ ini akan menceritakan bagaimana celoteh rakyat jelata pada putaran ke 2 pilbub.... di tunggu ya jangan lupa komennya. Terimakasih. Ampure matur tampiasih...... ini haya raos/ debat kusir. Jika ada nama dan tempat maupun situasi yang mirip, itu semua bukan di sengaja.

 

Banyumulek 22 Agustus 2009

 

 

Satriawan Al Bayani

Kategori Politik

Latest posts

My favorit links