BIMBINGAN DAN KONSELING
DI SEKOLAH
26 Februari 2009
Bimbingan :
“Proses pemberian bantuan (process of helping)
Kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”.
Konseling :
“Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.
Tujuan bimbingan konseling di sekolah adalah Memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensinya secara optimal. Sedangkan fungsi bimbingan Konseling adalah :
- Fungsi Pemahaman : Pemahaman diri dan lingkungan
- Fungsi Pencegahan : Pemecahan Masalah yang di hadapai peserta didik
- Fungsi Pengentasan : Pencegahan masalah
- Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan : Pemeliharaan dan pengembagan bakat minat peserta didik
- Fungsi Advokasi : Pembelaan atas hak peserta didik.
Miskonsepsi Bimbingan & Konseling (BK)
- BK disamakan saja Dengan atau dipisahkan sama sekali dari pendidikan.
- Konselor sekolah dianggap polisi sekolah
- Konselor sekolah dianggap semata-mata proses pemberian nasihat
- BK dibatasi pada hanya menangani masalah yang insidental
- BK dibatasi pada klien tertentu saja
- Konselor harus aktif pihak lain pasif
- Pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja
- Guru BK sebagai keranjang sampah
- Menyamakan BK dengan pekerjaan dokter dan psikiater
- Memusatkan usaha BK pada Intrumen Non tes saja
Dan lain-lain.
Jika kita kaji pengertian, tujuan dan fungsi bimbigan dan konseling di atas tentu kita akan menyimpulkan bahwa tugas Guru BK Sangat berat dan tidak bisa di kerjakan oleh semua guru atau tenaga pendidik lain, namun kenyataan di lapangan sangat jauh berbeda, banyak kita temui Guru agama, sarjana teknik dan bahkan kepala sekolah menjadi guru BK, yang bukan berlatar belakang pendidikan BK dengan tujuan hanya untuk mengisi kekosongan guru atau bahkan untuk menambah jam mengajar, ini jelas mengacaukan tujuan dan fungsi BK yang sesungguhnya sehingga hasil yang di dapatpun seadanya dan kesan terhadap guru BK-pun menjadi seadanya lebih ironis lagi guru BK di anggap kurang kerjaan karena dilaksanakan oleh yang bukan ahlinya.
Begitu banyak masalah yang di hadapi guru BK belum lagi tugas pokok yang selalu menanti setiap saat mulai dari sekolah, rumah siswa dan tidak jarang menjadi PR bagi seorang pembimbing dan begitu banyak penilaian tentang kinerja guru BK sehingga menuntut Guru BK lebih menunjukkan hasil yang lebih di percaya agar kesan negative tentang BK dapat di minimalisir dan supaya peroses pemberian bimbingan dapat berjalan dengan baik, mari kita tepis semua penilaian miring tentang BK dengan hasil Yang sempurna. Harapan ; Guru BK dapat di fungsikan sesuai dengan fungsi Bimbingan dan Konseling yang sebenarnya.
Terimakasih semoga ada manfaatnya
Sumber Bacaan: “Materi PLPG 2007.M.A Muazar Habibi,S.Psi.,Psi.,M.Pd.dkk”
“Materi Sosialisasi BK 2006. Sugeng Prayoga, SPd”
”Panduan Bimbingan Dan Konseling di sekolah 2004”
Banyumulek Kamis 26 Februari 2009
Satriawan Al Bayani, S.Pd
GTT Bimbingan dan Konseling SMAN 2 Labuapi. Lombok Barat




